Bowo Mengaku Diminta Nusron Wahid Siapkan ‘Serangan Fajar’

Tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk, Bowo Sidik Pangarso seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, hari ini. Dok.Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

TRANSFORMASINEWS.COM, JAKARTA – TERSANGKA perkara dugaan suap antara PT Pupuk Indonesia dengan PT HTK Bowo Sidik Pangarso, mengatakan, dirinya diperintah oleh rekannya terkait uang Rp8 miliar yang sudah disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Rekan yang dimaksud ialah elite dari Partai Golkar, Nurson Wahid. Bowo mengungkapkan hal itu setelah melakukan pemeriksaan di gedung KPK, Selasa (9/4).

Tanpa memberikan penjelasan lebih jauh, Bowo hanya menyatakan ia diperintah dan bergegas masuk ke dalam mobil tahanan.

“Saya disuruh Nusron Wahid mengumpulkan uang untuk DPP,” kata Bowo seraya masuk ke dalam mobil tahanan.

Dalam proses kasus ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Ketiganya ialah Asty Winasti selaku Marketing Manager PT HTK, Indung dari PT Inersia dan Bowo Sidik selaku anggota Komisi VI DPR RI.

Bowo diduga meminta fee kepada PT HTK atas biaya angkut yang diterima dengan jumlah sejumlah USD2 per metrik ton. KPK menduga Bowo telah enam kali menerima pembayaran fee itu sebelumnya.

Uang tersebut kemudian diubah menjadi pecahan Rp50 ribu dan Rp20 ribu yang sudah dimasukkan ke dalam ribuan amplop. KPK menduga uang itu digunakan Bowo untuk melancarkan aksi serangan fajar.

Atas perbuatannya, Bowo Sidik dan Indung disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan Asty Winasti disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sumber:  mediaindonesia.com (OL-4) 

Penulis: Penulis: M. Ilham Ramadhan Avisena

Posted by: Admin