“BAPAK SANTRI” PATUT DI DUGA UCAPAN TERIMAKASIH ATAS PEMBERIAN DANA HIBAH

Bupati Musi Banyuasin kembali meraih penghargaan dan dinobatkan menjadi Bapak Santri Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (19/10) pada acara Penganugerahan Santri Award 2017 di Hotel Swarna Dwipa. Prestasi tersebut didapatkan karena Pemkab Muba dinilai pedulian terhadap pengembangan pendidikan di pondok pesantren (ponpes), sehingga mendapat apresiasi dan pengakuan dari banyak pihak. “Muba punya program Santri Jadi Dokter (SJD) yang memberikan beasiswa penuh kepada santri untuk melanjutkan pendidikan kedokteran ke jenjang perguruan tinggi. Dan program ini sangat sukses, untuk itu Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin kami berikan penghargaan dan dinobatkan jadi bapak santri Sumsel,”ujar Pengasuh Ponpes Aulia Cendikia, KH Hendra Zainuddin MPdI. Lanjutnya, keberadaan Ponpes di Kabupaten Muba juga sangat diperhatikan Pemkab Muba dan prestasi santri sangat mendapat support penuh. “Jadi, penganugerahan ini sangat tepat diberikan kepada Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin,” tegasnya. Sementara itu, Plt Sekda Pemkab Muba Drs H. Apriyadi, MSi., mewakili Bupati Muba mengatakan Pemkab Muba terus komitmen untuk memperhatikan santri di Kabupaten Muba. Dan ia juga menjelaskan bahwa pada 2018 mendatang Pemkab Muba akan menyelesaikan pembangunan Ponpes Islamic Idol. “Sudah menjadi tugas Pemkab Muba untuk terus berperan meningkatkan pendidikan santri di Kabupaten Muba. Dan Insya Allah pada 2018 mendatang ditargetkan sudah melakukan Penerimaan Peserta Didik Baru, baca, (PPDB ),” tutupnya. Editor : Lis Sak Odah Sumber : Humas Muba/Mubakab.go.id.

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan (Forpess) menerima dana hibah dari Pemprov Sumsel tahun 2013 sebesar Rp. 6.581.654.192,00 dimana saat itu yang menjadi ketua forpess adalah H. Hendra Zainuddin M, yang juga Pengasuh Ponpes Aulia Cendikia.

Hal ini tercantum di dalam audit BPK RI Nomor 32.C/LHP/XVIII.PLG/06/2014 tanggal 14 Juni 2014. Ada hal yang menarik di dalam audit BPK RI Nomor 32.C/LHP/XVIII.PLG/06/2014 tanggal 14 Juni 2014 tersebut, bahwa Realisasi Belanja Hibah yang di berikan Pemprov Sumsel tahun 2013 sebesar Rp. 821.939.561.916,00 belum dipertanggung jawabkan termasuk pemberian hibah kepada Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan (Forpess).

Saat itu susunan pengurus Forpess yaitu Ketua Dewan pembina Forpess Sumsel (Forpess) KH. Muhammad Mudaris SM, didampingi oleh beberapa Pengurus diantaranya H. Hendra Zainuddin M, Pdi (Ketum Forpess), Drs. H. Junial Qomar, M.Si., M.M, (Ketua I Forpess), Abah Yuris Al-Palimbani, S.H (Ketua II Forpess), H.M. Syarif Chumas AS, S.Thi (Sekjen Forpess) dan Ki. Imam Tauhid, S.Sos (Wakil Sekretaris Forpess) serta H. Deni Priansyah, S.Ag (Sekretaris1 ).

Tanggal 22 Oktober 2017 di peringati sebagai hari Santri Nasional dimana pengasuh Ponpes Aulia Cendikia “KH Hendra Zainuddin MPd” menobatkan bakal calon Gubernur Sumsel yang juga Bupati Musi Banyuasin sebagai Bapak Santri Sumsel Kamis lalu (19/10/2017).

“Muba punya program Santri Jadi Dokter (SJD) yang memberikan beasiswa penuh kepada santri untuk melanjutkan pendidikan kedokteran ke jenjang perguruan tinggi. Dan program ini sangat sukses, untuk itu Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin kami berikan penghargaan dan dinobatkan jadi bapak santri Sumsel,” ujar Pengasuh Ponpes Aulia Cendikia, KH Hendra Zainuddin MPdI di sela kegiatan Penganugerahan Santri Award 2017 di Hotel Swarna Dwipa, Palembang.

Lanjutnya, keberadaan Ponpes di Kabupaten Muba juga sangat diperhatikan Pemkab Muba dan prestasi santri sangat mendapat support penuh.

“Jadi, penganugerahan ini sangat tepat diberikan kepada Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin,” tegasnya.

Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan (Forpess) yang menerima dana hibah sebesar Rp. 6.581.654.192,00 dan hampir 2400 penerima hibah lainya menerima hibah tanpa verifikasi Ban Kesbangpol Sumsel sehingga menjadi potensi kerugian negara karena melanggar Permendagri No. 32 tahun 2011.

Namun patut di duga karena kedekatanya dengan Pemprov Sumsel “Forpess” mendapatkan dana hibah yang sedemikian besarnya walaupun tidak pernah ada permohonan dari SKPD terkait kepada Ban Kesbangpol Sumsel dan tidak ada perintah dari Gubernur Sumatera Selatan untuk melakukan verifikasi.

Laporan/Opini: Tim Redaksi

Posted by: Admin Transformasinews.com