Aliansi Mahasiswa Palembang Kecam Pemerintah Memblokir Sosial Media

Aliansi Mahasiswa Palembang saat menggelar aksi di Depan mapolda Sumsel. (Foto: Rio Siregar)

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Meski diguyur hujan deras, ratusan pengunjuk rasa yang mengatasnamakan diri mereka Aliansi Mahasiswa Palembang tetap menyambangi Mapolda Sumsel serta melakukan orasinya. Dengan berjalan dari arah berlawanan mereka pendemo tiba dengan membawa spanduk, toa hingga bendera organisasi masing masing, Jumat (24/05/2019).

Sesampainya di depan gerbang masuk Polda Sumsel, para pengunjuk rasa menyampaikan orasinya diatas sebuah mobil angkutan umum.

Pantauan Globalplanet dilapangan serta melihat bendera organisasi yang terlihat, ratusan massa pendemo tersebut berasal dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Kammi), universitas Bina Darma, UIN Palembang dan lain sebagainya.

Mahasiswa menilai saat ini demokrasi di Indonesia sudah mati.

“Demokrasi Indonesia sudah mati, kenapa mati. Sampai-sampai, pemerintah memblokir sosial media. Agar kita tidak bisa berinteraksi,” teriak orator melalui pengeras suara.

Tak hanya menyatakan demokrasi Indonesia sudah mati, mahasiswa mengungkapkan aksi di 22 Mei yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa merupakan kesalahan besar.

Karena menurut mereka, rekan mereka, saudara mereka, kerabat mereka menjadi korban. Jatuhnya korban sangat mereka sesalkan.

 Sumber :globalplanet.news

 Reporter :  Rio Siregar

Editor :  M.Rohali