Adanya Tersangka Baru Dana Hibah Sumsel 2013 “Keadilan Untuk LPL Tobing”

ALEX NOERDIN SAKSI SIDANG HIBAH 2013 DI TIPIKOR PALEMBANG. DOK.FOTO: SUMEKS.CO.ID

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Lambanya proses pengungkapan tersangka utama dugaan korupsi dana hibah pada APBD Sumsel 2013 memberi kesan ketidak adilan bagi kedua terhukum dugaan korupsi dana hibah itu.

Kedua terpidana dana hibah itu merupakan ASN yang menjalankan perintah jabatan dan tidak mendapatkan keuntungan dari penyaluran dana hibah itu.

Salah satu putusan Hakim Agung pada tingkat  kasasi dari kedua terdakwa pada intinya menyatakan “alat bukti diserahkan kepada penyidik untuk perkara lain”.

Hakim Agung “Artijo” melihat ada orang lain yang lebih tinggi peranya dari kedua terdakwa hingga dengan hati nurani sebagai Hakim Agung memerintahkan Kejaksaan untuk membuka kembali penyidikan berdasarkan alat bukti dan audit BPK RI No. 51 tahun 2016.

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia yang di komandoi oleh Boyamin Saiman telah melakukan upaya hukum dengan 4 kali pra peradilan dan tergugat dalam hal ini Kejagung dan KPK menyatakan tidak menghentikan perkara.

Dari praperadilan pertama pada bulan April 2017 sampai dengan saat ini atau menjelang ulang tahun kedua pra pradilan dana hibah Sumsel 2013 belum ada tanda – tanda akan lahir tersangka baru.

Deputy MAKI Sumsel yang terhukum 6 bulan 15 hari karena di anggap melakukan ujaran kebencian menanggapinya dengan dingin lambanya proses lanjutan perkara hibah Sumsel 2013.

“Saya di minta mas Boyamin menjadi saksi pra peradilan pertama dan sudah saya utarakan secara detail penyaluran dana hibah Sumsel 2013 dan berharap banyak kala itu dengan jawaban Kejagung dan KPK akan melanjutkan perkara dengan menjerat aktor utama”, ungkap Feri Deputy MAKI Sumbagsel.

“Namun seperti lagu Heti Kusendang janji tunggal janji bulan madu hanya mimpi itulah perumpaan perkara korupsi APBD Sumsel 2013”, ujar Feri kembali.

“Saya khawatir alat bukti dokumen sudah banyak yang hilang dan para penyidik Kejagung lupa perkara karena saking lamanya proses lanjutanya dan apalagi ketua Tim Jaksa Haryono sudah Almarhum”, ujar Feri di akhir komentarnya.

Inilah yang selalu terjadi pada kasus – kasus korupsi di Indonesia dimana terduga pelaku utama sering tak tersentuh seperti halnya Wapres Budiono dimana peran pentingnya dalam persetujuan pemberian talangan Bank Century.

Namun masih banyak Hakim yang ber integritas di republik ini hingga berani memutuskan dalam pra peradilan MAKI terhadap kasus Century dengan memerintahkan mempersangkakan Wapres “Budiono”.

Mungkinkah karena tersangka dugaan korupsi APBD Sumsel 2013 pada penyaluran dana hibah lebih hebat peran politisnya dari Wapres Budiono maka sulit untuk di jerat hukum Indonesia????.

Sumber: Transformasinews.com

Penulis: Tim Redaksi
Editor: A.Aroni 

Posted by: Admin