Ada Indikasi Mark-Up Pada Proses Ganti Rugi SPBU Demang Milik PT PDPDE?

IST-DOK.NET

TRANSFORMASINEWS. COM, PALEMBANG. PD Pertambangan dan Energi hilir diketahui bekerjasama dalam pengelolaan SPBU Demang milik Pemrov Sumsel dengan Aefilia Chandra Dewi SE, MM,. Dimana, perjanjian tersebut berlangsung selama lima tahun terhitung tanggal 8 Mei 2014 sampai dengan tanggal 7 Mei 2019.

Namun, dalam perjalanannya terjadi perselisihan sehingga, Aefilia Chandra Dewi SE, MM., menggugat PDPDE Sumsel yang didaftarkan kepaniteraan Pengadilan Negeri Palembang pada tanggal 2 Desember 2014.

Gugatan tersebut telah diputus oleh PN Palembang dengan nomor putusan 205/PDT.G/2014/PN.PLG.tanggal 26 Mei 2015 dimana dalam amar putusannya mengatakan, bahwa PDPDE Sumsel telah melakukan wanprestasi dan menghukum bahwa PDPDE untuk membayar ganti rugi kepada Aefilia Chandra Dewi SE, MM.,

PDPDE Sumsel harus membayar hutang pokok Rp. 2.609.249.714,00 dan membayar bunga sebesar 2% X 2.609.249.714,00 X 1 Bulan terhitung sejak perkara didaftarkan di PN Palembang hingga putusan berkekuatan hukum tetap.

Kemudian putusan Pengadilan Negeri Palembang tersebut dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Palembang dengan putusan nomor 99/PDT/2015/PT.Plg tanggal 18 Desember 2015 kemudian dikuatkan kembali oleh Mahkamah Agung RI dengan putusan nomor 1726.K/PDT/2. 

Selanjutnya, pada tanggal 3 Juli 2018 PDPDE Sumsel memberikan ganti rugi sebesar Rp5 Milyar rupiah yang dilakukan oleh Dirut PDPDE, Manager Pengembangan Usaha dan Manager Umum PDPDE Hilir.

Diduga, hal ini bertentangan dengan amar putusan Pengadilan Negeri Palembang yang berbunyi menghukum tergugat membayar pokok utang dan membayar bunga sebesar 2% terhitung mulai perkara didaftarkan hingga putusan berkuatan hukum tetap.

Berdasarkan putusan PN Palembang tersebut, sumber kami menyebutkan, harusnya besarnya ganti rugi yang dibayarkan PT PDPDE Sumsel Kepada Aefilia Chandra Dewi SE. MM., adalah sebesar Rp4.057.318.588.00 sehingga patut diduga terjadi mark-up ganti rugi sebesar Rp. 942.681.412.

Ketika permasalahan ini dikonfirmasikan sumber kami kepada yang ada didalam struktur organisasi PDPDE Sumsel yang tidak ingin disebutkan namanya, didapatkan jawaban bahwa memang terjadi kelebihan pembayaran kurang lebih 1 Milyar ujar sumber tersebut.

Menurutnya, pihaknya juga telah memperingatkan agar proses ganti rugi tersebut melibatkan redaksi PDPDE hilir, baik Direktur maupun Direktur utama, namun proses ganti rugi tetap dilaksanakan ujar sumber terpercaya seraya memberikan bukti kwitansi terlampir pembayaran dari PT PDPDE hilir tertanggal 03 Juli 2018 senilai Rp. 5 Milyar rupiah.

Sumber: Transformasinews/BS

Posted by: Admin Transformasinews.com