4 Terdakwa Dugaan Korupsi Proyek Tugu Batas Palembang Saling Bersaksi

Tampak salah satu tugu perbatasan Kota Palembang. (Foto dokumen ferdinan/koransn)

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Hari ini, Senin (14/11/2019) empat terdakwa dugaan korupsi proyek tugu perbatasan Kota Palembang diagendakan saling bersaksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang. Demikian dikatakan Kasi Pidsus Kejari Palembang, Andi Andri Utama melalui Kasubsi Penuntutan, Hendy Tanjung, Minggu (13/10/2019).

Adapun keempat terdakwa tersebut yakni; Khairul Rizal selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan juga Kasi di Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Perumahan Pemkot Palembang, terdakwa M Ichsan Pahlevi dan Ahmat Thoha yang keduanya merupakan kontraktor dan terdakwa Asmol Hakim selaku Konsultan Pengawas.

“Dalam sidang yang digelar besok (hari ini), kita mengagendakan keempat terdakwa saling bersaksi di persidangan. Jadi keempat terdakwa, masing-masing akan memberikan keterangan dalam persidangan,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, namun agenda sidang keempat terdakwa saling bersaksi tersebut akan dilakukan setelah dua saksi ade charge atau saksi meringankan dari terdakawa dihadirkan dalam persidangan.

“Pada sidang sebelumnya kan masih ada dua saksi ade charge dari terdakawa yang tidak hadir, makanya pada sidang besok (hari ini) kedua saksi ade charge akan lebih dulu dihadirkan dalam sidang. Setelah itu barulah persidangan dilanjutkan dengan agenda keempat terdakwa saling bersaksi,” terangnya.

Lebih jauh diungkapkannya, apabila keempat terdakwa telah menjalani sidang dengan agenda saling bersaksi maka untuk persidangan yang digelar pada minggu berikutnya, pihaknya akan membacakan tuntutan untuk keempat terdakwa.

“Para saksi dalam persidangan tersebut semuanya kan sudah dihadirkan dalam sidang, jadi tinggal hanya kesaksian keempat terdakwa dalam sidang saja. Maka dari itu dalam sidang berikutnya kami selaku JPU akan membacakan tuntutan untuk keempat terdakwa,” jelasnya.

Dilanjutkannya, berdasarkan fakta persidangan selama ini pihaknya menilai jika keempat terdakwa telah terbukti melakukan tindakan pidana dugaan korupsi dalam proyek pembangunan tugu batas Kota Palembang yang berlokasi di Jakabaring.

“Selama sidang dilakukan fakta-fakta hukum telah terungkap, dimana keempat terdakwa terbukti melakukan dugaan pidana korupsi sehingga menimbulkan kerugian negara,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, pada persidangan keempat terdakwa yakni; Khairul Rizal, M Ichsan Pahlevi, Ahmat Thoha dan Asmol Hakim telah didakwa Tim Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejari Palembang dengan Pasal 2, Pasal 3, Pasal 9 Jo Pasal 55 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi.

Sekedar mengingatkan, dugaan kasus ini terungkap hasil penyelidikan dan penyidikan penyidik Tindak Pidana Korupsi Sat Reskrim Polresta Palembang hingga akhirnya, Rabu (17/6/2019) keempatnya saat itu dilimpahkan penyidik Tindak Pidana Korupsi Sat Reskrim Polresta Palembang ke Jaksa Kejari Palembang.

Usai diserahkan ke jaksa, keempatnya dijebloskan Jaksa Tindak Pidana Khusus Kejari Palembang ke penjara Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pakjo Palembang.

Menindaklanjuti pelipahan tersebut, Senin (29/7/2019) Jaksa Penuntut Umum Kejari Palembang melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Negeri Kelas I A Palembang. Bukan hanya itu, di hari yang sama Jaksa Pidana Khusus Kejari Palembang juga melakukan penyitaan uang kerugian negara dalam dugaan kasus ini. Adapun jumlah uang yang disita, yakni sebesar Rp. 505.923.660,08.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Palembang, Andi Andri Utama saat itu mengatakan, jika uang senilai Rp .505.923.660,08 tersebut diserahkan oleh istri keempat tersangka.

“Uang tersebut dikumpulkan keempat tersangka dengan patungan, yang kemudian diserahkan oleh masing-masing istri keempat tersangka kepada kami selaku Jaksa Kejari Palembang untuk diserahkan ke kas negara. Terkait pengembalian kerugian negara tersebut, tentunya tidak menghapus perbuataan pidana dugaan korupsi yang telah dilakukan oleh para tersangka,” tegas Andi saat itu.

Sumber: koransn.com (ded)

Posted by: Admin