TransformasiNews

Dinamika, Integritas, dan Demokrasi

Besok, Anggota KPU Sumsel Disidang DKPP

PALEMBANG – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) rencananya akan menggelar sidang perdana dugaan pelanggaran kode etik untuk Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan, beserta anggotanya, di ruang sidang DKPP, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2013) sekitar pukul 14.00 Wib. Sidang perdana ini dihadiri pengadu dan pihak teradu.

“Ya kita sudah mendapat undangan untuk sidang tadi pagi jam 10.00, dengan agenda sidang perdana ini mendengarkan pokok pengaduan para pengadu dan jawaban teradu,” ujar Nazori Doa’k Ahmad, Selasa (20/8/2013).

Anggota KPU Sumsel Disidang DKPP

Anggota KPU Sumsel Disidang DKPP

Dalam surat DKPP bernomor 249.91/DKPP-PKE-II/2013 yang dikeluarkan pada 16 Agustus 2013 tersebut, menindaklanjuti aduan dari pasangan calon Gubenur dan wakil Gubenur Sumsel nomor urut 1, Eddy Santana Putra-Wiwiet Tatung (ESP-WIN), dengan pokok pengaduan adanya dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu, yang pada pokoknya bahwa ketua, dan anggota KPU Sumsel tidak menjalankan peraturan perundang-undangan.

“Pokok aduannya, tidak ditindaklanjutinya laporan kita soal penggunaan APBD pada kampanye oleh pasangan calon nomor 4 (Alex Noerdin-Ishak Mekki), yang mana berdasarkan PKPU nomor 16 tahun 2010 pada pasal 50 ayat 1-3 pasangan tersebut harus didiskualifikasi,” ujarnya.

Dijelaskan Nazori hal ini menunjukkan tidak profesionalnya pihak KPU Sumsel dalam proses pemilu gubenur dan wakil gubenur Sumsel yang pencoblosannya dilaksanakan pada 6 Juni 2013 lalu.

“Pokok aduan yang disampaikan kepada DKPP, kami menduga ketua, dan anggota telah melanggar kode etik penyelenggara Pemilu,” tandasnya.

Dijelaskan Nazori pihaknya optimis nantinya sidang DKPP memenangkan aduannya tersebut, hal ini berdasarkan peraturan yang ada. Dimana dalam pemilu dikatakan Pasangan calon yang menggunakan APBD, money poitik, atau fasiliats negara akan didiskualifikasi.
Lebih lanjut Nazori menyatakan, KPU Sumsel telah melanggar etik, dengan tidak menjalankan undang-undang untuk mendiskualifikasi pasangan calon nomor 4.

“Kita sudah menyurati KPU Sumsel untuk didiskualifikasi tapi dijawab, tidak ada perintah MK untuk mendiskualifikasi calon tertentu. Tuntutan kita minta mereka di pecat, dan hasil pemilu yang mereka buat cacat hukum,” pungkasnya.

sumber: sripoku

Updated: 21/08/2013 — 08:48

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

TransformasiNews © 2014 Frontier Theme
You might also likeclose